Buol TabeNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya peningkatan ketinggian gelombang laut di perairan sekitar Kabupaten Buol pada Rabu hingga Kamis, 21–22 Januari 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1 hingga 1,5 meter, khususnya di perairan terbuka dan jalur pelayaran.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi aktivitas kelautan, terutama penyeberangan kapal, nelayan, serta masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir.
Selain itu, gelombang tinggi diperkirakan terjadi bersamaan dengan pasang air laut pada sore hingga malam hari, sehingga meningkatkan potensi gangguan keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Buol, Moh Kachfi, saat dikonfirmasi media mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keselamatan diri.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal penyeberangan, agar lebih berhati-hati dan menunda aktivitas melaut apabila kondisi gelombang dinilai tidak aman. Perhatikan selalu informasi cuaca terbaru dari BMKG,” ujar Moh Kachfi.
Ia juga meminta masyarakat pesisir untuk mewaspadai dampak gelombang tinggi yang dapat terjadi bersamaan dengan pasang air laut, terutama pada sore hingga malam hari.
“Bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir, kami harapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan pasang laut, serta segera melapor kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Buol bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi perairan, serta siap melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diharapkan untuk tidak mengabaikan peringatan dini, selalu mengikuti arahan pemerintah daerah, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut selama periode cuaca tersebut.
Redaksi









