Buol, TabeNews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kesiapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim penghujan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, saat dikonfirmasi media menyampaikan bahwa BPBD telah melakukan sejumlah langkah strategis guna memastikan keselamatan masyarakat selama perayaan Nataru.
“BPBD Kabupaten Buol telah mengaktifkan Posko Siaga Bencana berdasarkan Surat Keputusan Bupati Buol. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat apabila terjadi bencana,” ujar Moh. Kachfi Mardjuni. Minggu (21/12/25).
Ia menjelaskan, BPBD Buol menyiapkan sebanyak 20 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap siaga 1 x 24 jam. Selain itu, berbagai sarana dan prasarana penunjang kebencanaan juga telah disiagakan, di antaranya satu unit perahu fiber, satu unit perahu karet, mobil tangki, serta peralatan komunikasi darurat.
“Piket personel BPBD diberlakukan selama 24 jam penuh. Kami juga terus melakukan koordinasi intensif dengan BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, BPBD Buol turut melakukan kolaborasi lintas sektor bersama TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selain kesiapan personel, BPBD juga telah menyiapkan logistik kebencanaan untuk kebutuhan darurat masyarakat terdampak.
Dalam upaya memperkuat sistem komando dan komunikasi, BPBD Buol juga menjalin koordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), baik di tingkat provinsi maupun Pusdalops pusat BNPB.
Koordinasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) turut dilakukan guna memastikan kelancaran komunikasi kebencanaan (bankom) di lapangan.
Kalak BPBD Buol juga mengungkapkan sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori rawan banjir dan tanah longsor, yakni Kecamatan Paleleh, Paleleh Barat, Gadung, Bunobogu, Bukal, Momunu, Tiloan, Lakea, serta Karamat.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, BPBD Kabupaten Buol berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan minim risiko bencana.
Redaksi : Ebhy Masuara










