Buol TabeNews.com — Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH, MH, akhirnya angkat bicara menanggapi dinamika dan sorotan publik pasca terpilihnya H. Risharyudi Triwibowo, MM sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Buol periode 2026–2030.
Dalam keterangannya kepada media, Moh. Yamin menegaskan bahwa pilihan mayoritas cabang olahraga (cabor) terhadap Risharyudi Triwibowo bukan tanpa pertimbangan matang.
Menurutnya, dunia olahraga tidak cukup hanya dikelola dengan gagasan dan retorika, tetapi membutuhkan kekuatan nyata untuk menopang pembinaan dan prestasi atlet.
“Mengurus olahraga itu bukan hanya modal bicara dan konsep, tetapi juga butuh dana. Diperlukan kekuatan untuk menggerakkan simpul-simpul yang bisa berperan aktif dalam pembinaan olahraga. Pak Risharyudi Triwibowo adalah Bupati Buol, tentu memiliki power dan akses untuk menggerakkan semua itu,” ujar Moh. Yamin.
Ia menambahkan, pengalaman pribadi sebagai mantan atlet karate yang kerap mengikuti kejuaraan nasional, baik event FORKI maupun kejuaraan internal perguruan, menjadi dasar kuat pandangannya dalam menentukan sikap.
“Saya merasakan sendiri betapa sulitnya jika tim utusan kekurangan anggaran. Atlet butuh gizi yang baik, akomodasi yang layak, transportasi, dan persiapan yang maksimal. Prestasi tidak mungkin lahir dari kondisi serba terbatas,” jelasnya.
Terkait kritik yang berkembang di media sosial mengenai status Ketua KONI yang juga menjabat sebagai kepala daerah, Moh. Yamin menilai sebagian kritik tersebut tidak berangkat dari pengalaman riil di dunia atletik.
“Yang ramai bicara di media sosial, saya kira karena belum pernah menjadi atlet. Kalaupun pernah, mungkin hanya bertanding di tingkat desa atau antar-RT. Dunia olahraga prestasi itu kompleks dan membutuhkan dukungan penuh,” tegasnya.
Lebih jauh, Moh. Yamin juga meluruskan anggapan bahwa jabatan Bupati bertentangan dengan posisi Ketua KONI. Ia menegaskan bahwa secara regulasi, tidak ada aturan yang melarang kepala daerah memimpin organisasi olahraga.
“Tidak ada satu pun aturan yang melarang Bupati menjadi Ketua organisasi olahraga. Jadi perlu belajar ulang, banyak membaca referensi, agar kritik yang disampaikan tidak menyesatkan publik,” katanya.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Risharyudi Triwibowo, KONI Buol dapat lebih solid, fokus pada pembinaan atlet, serta mampu membawa olahraga Buol menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional.
“Sekarang saatnya kita bersatu, meninggalkan polemik, dan bersama-sama membangun olahraga Buol agar benar-benar berprestasi,” pungkas Moh. Yamin Rahim.
Redaksi









