Dalam sebuah laga penuh tensi tinggi di partai kedua babak penyisihan, Panasakan FC berhasil menundukkan Doyan Toru FC Ogomoli dengan skor tipis 2-1. Pertandingan yang berlangsung di lapangan hijau tersebut menghadirkan drama sejak menit awal hingga peluit panjang ditiup wasit utama, Bung Ardi.
Babak pertama berjalan sangat ketat. Kedua tim menampilkan permainan penuh disiplin dan hati-hati. Panasakan FC mencoba menekan lewat sektor sayap kanan, sementara Doyan Toru FC lebih mengandalkan serangan balik cepat. Namun, tak ada gol tercipta hingga turun minum, skor tetap kacamata 0-0.
Di ruang ganti, kedua pelatih tampak mengatur ulang skema permainan. Dalle, pelatih Panasakan FC, memberi instruksi agar lini depan lebih agresif, sementara Adi dari Doyan Toru FC menekankan pentingnya menjaga konsentrasi. Babak kedua pun dimulai dengan tempo yang lebih cepat dibanding sebelumnya.
Petaka datang bagi Doyan Toru FC di awal babak kedua. Sebuah kesalahpahaman antara kiper Novri dan pemain belakangnya membuat bola malah mengarah ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu memberi keuntungan besar bagi Panasakan FC yang unggul lebih dulu dengan skor 1-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Fauzan, pemain bernomor punggung 32 dari Doyan Toru FC, tampil sebagai penyelamat. Lewat sebuah assist cerdas di menit ke-55, ia berhasil mencetak gol penyeimbang yang tak mampu diantisipasi kiper Panasakan FC, Irfan Tompel. Skor kembali imbang 1-1.
Pertandingan semakin menegangkan setelah gol tersebut. Kedua tim saling jual beli serangan, dengan Panasakan mencoba mendominasi penguasaan bola, sementara Doyan Toru FC beberapa kali mengancam lewat serangan cepat. Sorakan suporter kedua kubu membuat atmosfer laga semakin panas.
Memasuki menit-menit akhir, wasit memberikan tambahan waktu dua menit. Justru di momen krusial inilah pertandingan mencapai klimaksnya. Panasakan FC mendapat hadiah tendangan bebas setelah pelanggaran di sektor kanan pertahanan lawan. Bola kemudian dikirim ke kotak penalti, dan Rizaldo, pemain bernomor punggung 74, menyambutnya dengan sundulan mematikan.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Doyan Toru FC. Upaya mereka untuk menyamakan kedudukan lagi-lagi gagal karena rapatnya pertahanan Panasakan FC. Tak lama kemudian, peluit panjang dibunyikan, mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1 untuk Panasakan.
Kemenangan dramatis ini menempatkan Panasakan FC dalam posisi yang lebih baik di klasemen penyisihan. Sementara itu, Doyan Toru FC harus segera memperbaiki konsentrasi di lini belakang jika ingin menjaga peluang lolos. Satu hal yang pasti, pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu duel paling menegangkan di fase penyisihan tahun ini.fajrin







