Piala Kapolres Cup Jilid I kian menyalakan gairah sepak bola lokal di Kabupaten Tolitoli. Sabtu sore, sorotan publik tertuju pada duel antara Janja Utama FC asal Kecamatan Lampasio melawan Buntuna FC. Ribuan pasang mata hadir di tepi lapangan, sebagian besar ingin menyaksikan kiprah para pemain transfer yang belakangan menjadi buah bibir pecinta bola kampung.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama ditiup wasit Bung Farham. Namun, hanya satu nama yang benar-benar mencuri perhatian: Fatwa, pemain nomor punggung 18 yang baru saja didatangkan dari Bone, Sulawesi Selatan. Ia menjelma menjadi bintang malam itu, mencetak empat gol yang memastikan kemenangan telak 4-0 bagi Janja Utama FC.
Fatwa bermain bak predator di lini depan. Setiap sentuhannya penuh perhitungan, setiap gerakannya membuat lini belakang Buntuna FC gamang. Gol pertamanya tercipta di menit ke-15 melalui sepakan keras dari luar kotak penalti, disusul hat-trick cepat di babak kedua yang mematikan semangat lawan.
Kemenangan ini tidak hanya soal angka di papan skor. Bagi masyarakat Lampasio, penampilan Janja Utama FC adalah simbol kebangkitan sepak bola lokal. Klub ini selama bertahun-tahun dipandang sebelah mata, namun dengan suntikan pemain baru, mereka kini berbicara di level kompetisi prestisius antar-kecamatan.
Sorakan suporter semakin membahana setiap kali Fatwa merobek gawang lawan. “Seperti menonton Liga 1 versi kampung,” ujar salah satu penonton yang rela menempuh perjalanan dua jam hanya untuk melihat laga ini. Atmosfer tersebut menggambarkan bagaimana sepak bola tetap menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat lintas usia.
Di sisi lain, kekalahan Buntuna FC menjadi cermin tantangan besar yang dihadapi klub-klub lokal tanpa dukungan pemain transfer. Meski memiliki semangat juang tinggi, strategi mereka tampak kalah kelas menghadapi komposisi tim yang lebih matang. “Kami harus belajar dari laga ini, terutama dalam hal disiplin bertahan,” kata kapten Buntuna FC dengan wajah tertunduk.
Turnamen Piala Kapolres Cup Jilid I kini semakin menarik. Isu transfer pemain lokal antar-daerah mendominasi obrolan warung kopi, bahkan menjadi alasan utama orang datang ke stadion. Publik ingin melihat bagaimana pemain dari luar bisa mengubah wajah klub desa.
Janja Utama FC kini bukan hanya pemenang sebuah pertandingan, tetapi juga simbol transformasi dalam kancah sepak bola kampung. Dengan kemenangan ini, mereka mengirim pesan jelas: era baru sepak bola lokal telah tiba, dan Lampasio siap menjadi episentrum gairah baru itu.
Piala Kapolres Cup Jilid I masih jauh dari selesai. Namun satu hal sudah pasti: kemenangan Janja Utama FC 4-0 atas Buntuna FC akan dikenang sebagai tonggak bersejarah, saat nama seorang pemain bernama Fatwa mengguncang dunia sepak bola lokal dengan magis empat golnya.fajrin/tb







