sepakbola

Sandana Pesta Gol, Malangga Pulang Tanpa Perlawanan

311
×

Sandana Pesta Gol, Malangga Pulang Tanpa Perlawanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sandana — Sorak-sorai pecah di Lapangan Lakita, Jumat malam (19/9), ketika tuan rumah Sandana menorehkan kemenangan telak 7-0 atas Malangga dalam laga penyisihan Piala Kapolres Cup Jilid I. Di hadapan ratusan pendukung setia, tim asuhan Sofyan Djalal tampil tanpa kompromi sejak peluit pertama berbunyi.

Gol tercepat turnamen tercipta hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai, menjadi tanda awal dari malam panjang yang menanti kubu Malangga. Serangan Sandana datang bergelombang, ditopang oleh tenaga baru hasil transfer dari Sulawesi Barat yang langsung memberi warna pada permainan.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Wawan Hedrawan, pemain nomor punggung 12 yang baru didatangkan dari Majene, Sulbar, tampil sebagai bintang utama. Striker ini mengoyak jala Malangga empat kali berturut-turut, semuanya berawal dari umpan silang mematikan yang tak mampu diantisipasi lini belakang lawan. “Dia seperti tak terbendung malam ini,” komentar salah seorang penonton di tribun.

Tak berhenti di situ, Sandana menambah keunggulan lewat Reza Ombong, pemain nomor punggung 11, yang memanfaatkan bola liar di depan gawang untuk mencetak gol kelima. Stadion mini di Lakita pun bergemuruh, seolah pesta sepak bola di desa itu mencapai puncaknya.

Kontribusi juga datang dari lini tengah. Gumyadi, gelandang bernomor punggung 8, mencetak gol keenam dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Gol ini semakin menegaskan betapa Sandana bukan hanya mengandalkan lini depan, tetapi memiliki variasi serangan dari segala sisi.

Gol penutup akhirnya lahir dari titik putih. Burhan, pemain nomor punggung 16, dengan tenang mengeksekusi penalti di babak kedua, sekaligus melengkapi pesta tujuh gol tanpa balas untuk Sandana. Malangga hanya bisa tertunduk, tak sekali pun mampu membalas dominasi tuan rumah.

Di pinggir lapangan, pelatih merangkap kepala desa Sandana, Sofyan Djalal, tampak tenang namun penuh keyakinan. “Anak-anak bermain dengan hati. Ini bukan hanya soal menang, tapi menunjukkan identitas Sandana di depan masyarakatnya,” ujarnya singkat setelah laga.

Kemenangan besar ini bukan hanya mengukuhkan Sandana sebagai kandidat kuat juara, tetapi juga mempertegas Piala Kapolres Cup Jilid I sebagai panggung lahirnya cerita-cerita epik. Untuk Malangga, kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga: di turnamen yang baru dimulai, kesiapan mental dan strategi bisa jadi lebih menentukan daripada sekadar hadir di lapangan.

Example 468x60
Example 120x600