Uncategorized

Pertandingan Persahabatan di Desa Sandana Jadi Pembuka Sejarah Baru Sepak Bola Malam di Tolitoli

248
×

Pertandingan Persahabatan di Desa Sandana Jadi Pembuka Sejarah Baru Sepak Bola Malam di Tolitoli

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sandana, Tolitoli — Malam di Desa Sandana, Kecamatan Galang, Kamis (4/9/2025), dipenuhi sorak sorai penonton. Laga eksebisi antara Montolriusat FC dan Bajugan FC di Lapangan Hijau Lakitta bukan sekadar pertandingan persahabatan, melainkan penanda lahirnya tradisi baru: sepak bola malam hari di desa ini.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Kepala Desa Sandana, Sopyan Djalal, yang ditemui wartawan di pinggir lapangan, menyebut laga tersebut sebagai pemanasan menuju turnamen resmi Kapolres Cup 2025 Jilid I, yang akan dimulai pada 14 September mendatang. Turnamen itu tercatat telah menarik 32 tim dari berbagai wilayah di Tolitoli.

“Insya Allah, tanggal 14 nanti pembukaan Kapolres Cup kita laksanakan. Kami berharap semua pertandingan berjalan baik, aman, dan terkendali. Pertandingan akan digelar sore hingga malam hari,” ujar Sopyan dalam wawancara singkat, seraya menegaskan bahwa penonton dari Desa Sandana akan digratiskan, sementara masyarakat luar desa tetap diwajibkan membayar tiket.

Suasana Lapangan Hijau Lakitta kini semakin hidup setelah panitia mulai membenahi fasilitas. Patok bambu dipasang untuk menegakkan dinding terpal di sekeliling lapangan, menciptakan arena sederhana namun rapi bagi penonton.

Bagi Sopyan, inisiatif ini bukan sekadar hiburan. Ia menegaskan pentingnya gotong royong warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban desa. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” katanya tegas, menyampaikan harapan agar masyarakat turut menjaga suasana tetap aman.

Antusiasme juga datang dari para pemain. Salah satu penggawa Bajugan FC mengaku terkesan dengan kondisi lapangan yang kini lebih layak dibandingkan sebelumnya. “Lapangan ini cukup bagus, kami puas. Apalagi pertandingan malam, itu sejarah di Tolitoli. Baru kali ini ada pertandingan malam di lapangan sebesar ini,” ujarnya penuh semangat.

Bagi masyarakat Sandana, sepak bola malam hari menghadirkan pengalaman yang berbeda. Lampu sorot sederhana menerangi rumput hijau, menciptakan atmosfer yang jarang ditemui di pedesaan. Anak-anak, orang tua, hingga para pemuda berbondong-bondong datang, menjadikan pertandingan sebagai ruang berkumpul lintas generasi.

Turnamen Kapolres Cup mendatang diperkirakan menjadi magnet besar. Dengan 32 tim yang siap bertanding, desa kecil ini akan menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola di Tolitoli. Pertandingan malam bukan hanya menyalakan semangat sportivitas, tapi juga membuka ruang baru bagi ekonomi lokal melalui warung-warung yang ramai di sekitar lapangan.

Malam pembuka di Sandana menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya milik stadion megah di kota besar. Dari sorot lampu sederhana hingga teriakan penonton yang membahana, Sandana menorehkan catatan pertama: pertandingan malam di lapangan desa yang sederhana, tapi menyala dengan energi luar biasa.

Example 468x60
Example 120x600