Buol Tabenews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
Lapas Leok melaksanakan panen Sawi Hijau hasil dari kebun luar binaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Selasa (19/8/25).
Panen yang berlangsung di area kebun luar Lapas ini menghasilkan sebanyak 40 ikat Sawi Hijau dengan masa tanam sekitar 30 hari.
Hasil panen tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga Rp3.000 per ikat. Pendapatan dari penjualan kemudian dibagi menjadi tiga bagian, yakni premi atau upah bagi warga binaan yang bekerja, setoran PNBP, serta modal untuk keberlanjutan kegiatan pertanian dan perkebunan.
Kepala Lapas Kelas III Leok, Galih Setiyo Nugroho, A.Md, S.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan, tetapi juga bagian dari upaya nyata Lapas dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kami terus berkomitmen mengembangkan program pertanian di Lapas. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, Lapas Leok merencanakan pengembangan program pertanian dengan menambah jenis tanaman yang dibudidayakan serta memperluas jaringan pemasaran hasil panen.
“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga binaan sekaligus memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam mendukung keberlanjutan program” kata Kalapas
Kegiatan panen Sawi Hijau ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar serta mendapat respons positif dari warga sekitar.
Redaksi









