DAKOPEMEAN, TABEnews — Angin puting beliung melanda Desa Dungingis, Kecamatan Dakopemean, pada Selasa sore, 27 April 2025, memporak-porandakan permukiman warga dan bangunan sekolah. Dalam kejadian mencekam tersebut, sedikitnya tujuh unit rumah warga dan satu gedung SD dilaporkan mengalami kerusakan serius, terutama di bagian atap yang beterbangan tersapu angin kencang.
Warga yang tengah beraktivitas sore sontak panik dan berhamburan keluar rumah ketika angin berputar-putar dengan kecepatan tinggi datang secara tiba-tiba. Suara gemuruh disertai puing-puing beterbangan membuat suasana mencekam. Salah seorang warga mengaku nyaris tertimpa atap seng yang terlepas dari rumah tetangganya.
“Kejadiannya cepat sekali, cuma beberapa menit tapi anginnya besar. Kami langsung lari keluar rumah,” ujar Rahmat, warga setempat.
Kerusakan paling parah terjadi di beberapa titik, di mana atap rumah-rumah warga dan bangunan sekolah tercabut dan terlempar hingga puluhan meter. Beruntung, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Menanggapi bencana ini, Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli, Abdul Haruna, langsung terjun ke lokasi bersama tim. Mereka bergerak cepat memberikan bantuan darurat dan logistik kepada warga terdampak.
“Kami sudah kirim bantuan logistik dan melakukan pendataan awal. Tim juga siap siaga jika terjadi cuaca ekstrem susulan,” kata Abdul Haruna di lokasi kejadian.
Pihak BPBD dan aparat desa mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca buruk masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah tanggap darurat, termasuk kemungkinan relokasi sementara bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat datang sewaktu-waktu. Masyarakat di wilayah rawan diharapkan lebih siap dan memperkuat bangunan rumah agar lebih tahan terhadap terpaan angin kencang.
Laporan: fajrin/tb








