TABEnews, Tolitoli – Sebanyak kurang lebih 300 rumah warga di Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, dipastikan akan digusur karena berdiri di bantaran Sungai Lembeh. Sungai ini diketahui kerap meluap saat intensitas hujan tinggi, menyebabkan banjir yang berdampak pada sejumlah fasilitas vital di Kota Tolitoli, seperti RSUD Mokopido, Pasar Tradisional Bumi Harapan, Koramil Baolan, dan Kantor Camat Baolan.
Camat Baolan, Andi Irmayanti Aziz, bersama sejumlah staf kecamatan serta Lurah Kelurahan Baru melakukan kunjungan langsung ke bantaran Sungai Lembeh pada Rabu (7/5/2025) pukul 16.12 WITA. Turut mendampingi, Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, SH, dan anggota Koramil Baolan.
Menurut Andi Irmayanti, rumah-rumah tersebut dibangun jauh sebelum dirinya menjabat sebagai camat. Ia menyatakan siap mengamankan kebijakan yang telah ditegaskan oleh Bupati Tolitoli, yang sebelumnya dalam kunjungan ke Pasar Bumi Harapan meminta agar seluruh bangunan di sepanjang Sungai Lembeh dibongkar demi mengurangi risiko banjir akibat sedimentasi sungai.
“Saat warga membangun rumah di tepi sungai, mereka tidak mempertimbangkan potensi risiko banjir. Padahal sungai secara alami mengalami fluktuasi permukaan air, dan banyak yang rentan terhadap banjir saat hujan deras,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, perwakilan dari Dinas Tata Ruang, Takdir ST, menjelaskan bahwa panjang Sungai Lembeh dari hulu hingga ke hilir—tepatnya di sekitar Bank Mandiri—mencapai kurang lebih 200 meter. Di sepanjang aliran itu terdapat sekitar 300 bangunan rumah dan tempat usaha yang menyalahi aturan karena berdiri di sempadan sungai, yaitu 3 meter dari tepi kiri dan kanan sungai.
Lebih lanjut, Dinas Tata Ruang menyebutkan bahwa wilayah Baolan sebagai ibu kota Kabupaten Tolitoli kini berkembang menjadi kawasan permukiman padat. Sayangnya, banyak bangunan berdiri di tepi sungai tanpa memperhatikan aspek lingkungan, yang menyebabkan pencemaran sungai dan meningkatkan risiko banjir serta menciptakan kawasan kumuh.
Dalam kunjungan tersebut, tim gabungan dari Forkopimcam dan Dinas Tata Ruang sempat memergoki seorang warga yang kedapatan membuang sampah langsung ke sungai dari jendela rumahnya di sekitar jembatan menuju RSUD Mokopido.
“Kami prihatin dengan rendahnya kesadaran warga akan kebersihan sungai. Dengan adanya sedimentasi dan bangunan liar di atas sungai, ini saatnya Pemda Tolitoli bersikap tegas,” ujar Takdir.









