buol

Proyek Jalan Bukal- Babal Senilai Rp 5.429 Miliar Dikeluhkan Warga, Dinilai Cepat Rusak

888
×

Proyek Jalan Bukal- Babal Senilai Rp 5.429 Miliar Dikeluhkan Warga, Dinilai Cepat Rusak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol Tabenews.com – Proyek pengaspalan ruas jalan menuju Dusun Babal Desa Yugut Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, yang menelan anggaran senilai ± Rp5,429 miliar, menuai sorotan. 

proyek “Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Unone – Babal” dengan nomor kontrak 620/21.a-06/SP/BM/2024 tertanggal 4 Juni 2024. Nilai kontrak proyek tersebut adalah Rp. 5.429.871.000, dengan dana yang berasal dari DBH Sawit.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Belum genap sebulan sejak selesai dikerjakan, kondisi jalan tersebut sudah menunjukkan kerusakan di beberapa titik. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki fase perawatan dan pemeliharaan rutin dengan dilakukan perbaikan dan penambalan di sejumlah lokasi sepanjang ratusan meter.

Namun, hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan kualitas pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. 

Salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi jalan tersebut. “Tampak mulus saat awal, tapi ternyata cepat rusak. Kami khawatir pekerjaan ini hanya asal jadi,” ungkapnya.

Sorotan juga mengarah pada kontraktor yang menangani proyek ini. Secara teknis, kerusakan yang terjadi dinilai terlalu cepat untuk proyek dengan nilai anggaran besar. Dugaan mulai muncul, apakah pelaksanaan proyek ini kurang pengawasan ataukah spesifikasi teknis tidak dipenuhi dengan baik.

Menurut pengamat infrastruktur lokal, proyek pengaspalan jalan seharusnya memiliki standar pengerjaan yang ketat, terutama dalam hal pemadatan tanah dasar dan kualitas material yang digunakan. “Jika tahap awal pekerjaan, seperti pemadatan dan penggunaan aspal, tidak sesuai standar, maka kerusakan cepat pasti terjadi,” jelasnya.

Meskipun demikian, masyarakat berharap pemerintah daerah lebih tegas dalam mengawasi pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur. Mereka menilai pengawasan yang kurang ketat menjadi salah satu penyebab banyaknya proyek yang tidak bertahan lama.

“Anggaran besar seharusnya diiringi dengan kualitas pekerjaan yang baik. Jangan sampai uang rakyat terbuang percuma untuk proyek yang hanya bertahan sebentar,” tambah warga lainnya.

Dugaan bahwa pengerjaan proyek dilakukan asal jadi masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Warga berharap ada transparansi lebih lanjut mengenai pelaksanaan proyek ini. Mereka juga mendesak agar pihak berwenang memberikan sanksi tegas kepada kontraktor jika terbukti melanggar spesifikasi yang telah ditentukan dalam kontrak kerja.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun kontraktor, untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan proyek demi kepentingan masyarakat luas.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600