Buol Tabenews.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Leok melaksanakan kegiatan skrining tuberculosis (TB) bagi sembilan orang warga binaan pada Selasa, 10 Desember 2024, bertempat di aula lapas.
Kegiatan ini melibatkan petugas kesehatan lapas bekerja sama dengan tim dari Puskesmas Biau, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran TB di lingkungan Lapas.
Pelaksanaan skrining dimulai pukul 10.00 Wita dengan proses pendataan warga binaan, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi potensi penyakit menular.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mohamad Yusran, S.H, menjelaskan bahwa skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit TB di kalangan warga binaan pemasyarakatan.
“Langkah ini merupakan bagian dari penanggulangan sejak dini, dilakukan melalui pemeriksaan skrining atau konseling,” ungkap Yusran.
Jika hasil skrining menunjukkan indikasi TB, warga binaan akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Apabila ditemukan hasil positif pada pemeriksaan dahak (BTA positif), maka pihak Lapas akan mengatur pengobatan yang sesuai.
Kepala Lapas Kelas III Leok, Galih Setiyo Nugroho, A.Md.IP, S.H, turut mengimbau warga binaan agar menjaga perilaku hidup sehat selama berada di Lapas.
“Kami harap semua warga binaan aktif memeriksakan kesehatan apabila merasa tidak sehat, agar segera mendapatkan penanganan di klinik Lapas Leok,” ujar Galih.
Ia juga menambahkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Leok dalam memberikan layanan kesehatan yang maksimal bagi warga binaan.
“Kami selalu berusaha menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung pemulihan warga binaan, baik secara fisik maupun mental. Skrining ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami untuk memastikan mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan kondisi kesehatan yang optimal,” tambahnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan tertib, menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan mendukung pemulihan warga binaan
Redaksi : Humas Lapas Leok









