Bangkep, Tabenews.com – Diduga proyek siluman yang di kerjakan di Desa Sakay Kecamatan Totikum Kabupaten Bangkep mendapat sorotan dan pertanyaan dari berbagai pihak sebab proyek tersebut tidak memiliki papan informasi, Minggu (7/7/2024).
Kegiatan Proyek Talup penahan ombak bahwa proyek siluman tersebut mengabaikan UU KIP, praktik semacam ini membuka pintu terjadinya tindakan korupsi.
Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap bangunan fisik atau kegiatan lain yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek.

Salah satu tokoh pemuda Desa Sakay Muhammad Saleh Gasin menanggapi proyek tersebut bahwa memang benar proyek tersebut diduga proyek siluman karena kegiatan tersebut tidak memiliki papan informasi yang seharusnya setiap kegiatan yang mengunakan uang negara wajib di pasang papan informasi agar jelas berapa anggaran tersebut dan anggarannya dari mana.
“Papan nama proyek itu penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan proyek, besarnya anggaran, asal usul anggaran (APBD/APBN), nama kontraktor, tanggal waktu pelaksanaan kegiatan dan perawatan” kata Saleh.

Pembuatan tanggul yang dibuat di atas karang dan pasir apakah mesti menggunakan alat berat atau tidak untuk memastikan kedalaman pondasi ?
Apakah ada standar kendalaman pondasi terkait pembuatan tanggul yang dibuat di atas karang dan pasir ?
Lanjutnya Saleh menegaskan bahwa kegiatan proyek tersebut apa lagi ada di wilayah pesisir pantai seharusnya ada pengawasan dari dinas tapi kenyataan dilapangan tidak ada, apa lagi soal papan informasi sampai saat ini belum terpasang.
“Kegiatan ini wajib sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya pencurian uang rakyat” tugas Saleh.

Proyek yang dikerjakan tanpa memasang papan nama diduga indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggarannya.
Hal ini berkaitan dengan perencanaan jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan struktur tanggul pemecah ombak
Sampai berita ini di tayangkan media mencoba menghubungi pihak pelaksana tapi belum ada respon.
Redaksi : Biro Bangkep














