Buol, TabeNews.com – Komunitas Relawan Bencana (KRB) Buol turut serta dalam upaya pencarian korban yang dilaporkan hilang di laut pada Jumat, 6 Januari 2026, di perairan Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol.
Keterlibatan KRB Buol merupakan bentuk kepedulian relawan terhadap kejadian darurat yang menimpa warga setempat. Sejak menerima laporan adanya korban hilang akibat terseret arus dan ombak laut, KRB Buol segera menurunkan personel ke lokasi untuk membantu proses pencarian bersama tim gabungan.
Adapun tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut antara lain Basarnas Tolitoli, BPBD Kabupaten Buol, Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Polsek Biau, Polairud, TNI AL, aparat Kelurahan Leok II, serta para nelayan setempat yang turut membantu penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian.
Ketua Komunitas Relawan Bencana Buol, Ismajaya, mengatakan bahwa pada hari pencarian pihaknya menurunkan sebanyak enam orang personel.
“Hari ini KRB Buol menurunkan enam personel untuk membantu proses pencarian korban yang hilang di laut. Personel kami melakukan penyisiran di sekitar perairan Leok II bersama unsur terkait,” ujar Ismajaya. Kepada media Sabtu (7/2/26).
Berkat kerja sama tim gabungan serta dukungan masyarakat sekitar, korban yang dilaporkan hilang akhirnya berhasil ditemukan.
Ismajaya mengungkapkan, anak tersebut ditemukan di perairan Leok II, tidak jauh dari lokasi awal korban terseret arus dan ombak laut.
“Alhamdulillah, anak yang hilang telah ditemukan di perairan Leok II, tidak jauh dari lokasi pertama korban dibawa arus dan ombak laut,” jelasnya.
Ismajaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk relawan, aparat, dan nelayan yang ikut membantu secara langsung di lapangan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. KRB Buol mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut demi menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Redaksi



