Jelang fajar shadiq, cahaya putih membentang horizontal di ufuk timur, menandai datangnya waktu Subuh. Udara sejuk menyelimuti Kampung Pajala, menghadirkan suasana hening yang penuh kedamaian. Di tengah keheningan itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Masjid Nurul Bahri, menghadirkan ketenangan batin bagi para jamaah yang hadir, Kamis (5/3/2026).
Shalat Subuh memang selalu menghadirkan nuansa istimewa. Selain suasana yang sunyi dan khusyuk, ibadah di waktu fajar diyakini membawa keberkahan, perlindungan Allah SWT, serta pahala yang besar. Perasaan itulah yang dirasakan warga Kampung Pajala saat menunaikan shalat Subuh berjamaah di hari ke-15 Ramadhan 1447 H.
Sebelum pelaksanaan shalat, Ustadz Muhammad Bakri, SE, menyampaikan tausiyah singkat di hadapan jamaah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir sebelum shalat Subuh.
“Betapa pentingnya kita melakukan zikir sebelum shalat Subuh, karena Allah SWT akan memberikan ketenangan. Banyak orang terlihat senang, tetapi belum tentu hatinya tenang,” ujar Ustadz Muhammad Bakri.
Tepat pukul 05.13 WITA, muazin mengumandangkan iqamah. Shalat Subuh pun dilaksanakan dengan khusyuk dan dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Bakri, SE. Usai shalat, jamaah bersama-sama melantunkan zikir dan doa, memohon keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.
Setelah rangkaian ibadah selesai, para jamaah berangsur meninggalkan masjid, menyambut pagi dengan hati yang damai dan penuh semangat menjalani aktivitas di pertengahan bulan suci Ramadhan.
ARMEN DJARU
Suasana Shalat Subuh di Masjid Nurul Bahri Kampung Pajala Tolitoli
Suardi Yadjib2 min baca








