TABEnews —Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan telah menetapkan baju seragam siswa SD SMP dan SLTA pada bulan April 2024, karena kepedulian pemerintah terhadap warga untuk wajib belajar kalau dulu 9 tahun kini wajib belajar 12 tahun
Mengenai pendidikan tersebut adalah perintah UUD 1945 pasal 32 ayat 1 di katakan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, di lanjutkan pada ayat 2 yang berbunyi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”
Karena itulah Pemerintah kabupaten Tolitoli harus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, Bupati Tolitoli Amran H Yahya saat di konfirmasi mengatakan jika kepedulian dirinya terhadap pendidikan sejak dirinya belum menjabat bupati sudah menjadi orang tua Asuh bagi sejumlah anak bersama Istri Sriyanti dg parebba menyekolahkan beberapa orang anak yang miliki kemauan tetapi keluarga tak berkemampuan kamis (11/7/2024)
Ada sejumlah orang saya kase sekolah, kalian harus sarjana cukup kita ini yang tidak kuliah tetapi bisa buat kalian kuliah “Terang Amran H Yahya
Terkait kisruh seragam siswa yang di tuding kongkalikong dengan pihak sekolah menurut nya setiap ada peluang usaha untung maka pedagang kita tidak bisa halangi, jika pihak sekolah memberikan kewajiban bayar terhadap siswa dengan harga yang sama, tentu nya pihak sekolah lakukan langkah subsidi, artinya yang tidak mampu dapat di bijaksanai, harga boleh beda tetapi baju harus tetap seragam, kecuali seragam motif batik jika dari lembaga Adat ajukan motif batik sesuai dengan budaya daerah kabupaten Tolitoli dan di setujui oleh pemerintah daerah, semoga ke depan siswa siswi kita berseragam batik dengan motif Batik Tolitoli “Kata Bupati Tolitoli
Untuk di ketahui kisruh di kabupaten Tolitoli belakangan ini masalah tabung gas elpiji dan baju seragam siswa SD SMP SMA, salah seorang orang tua yang tahun Ini untuk pertama kali putranya masuk sekolah bahwa selaku orang tua sejak awal ada janji pendidikan gratis oleh pemerintah namun dirinya sejak awal tidak pernah berharap dengan janji itu, karena memang tugas orang tua adalah bagaimana supaya anak anak berpendidikan, sehingga ketika mereka capai umur yang harus kan mereka belajar orang tua sudah harus siap ongkos.
Saya tabung memang uang untuk beli seragam masuk sekolah SD,”Ujar Haban 46 Tahun pekerja serabutan
Armen djaru












