Lakitan, Sandana — Senin sore yang hangat di Lapangan Hijau Lakita, Desa Sandana, menjadi saksi lahirnya sebuah pesta gol. Montolriusat FC, wakil dari Kelurahan Baru, tampil garang saat menundukkan Mandiri Kapas dengan skor telak 4-1. Kemenangan ini memastikan mereka melangkah ke babak 16 besar turnamen dengan penuh percaya diri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Montolriusat FC memperlihatkan agresivitas yang jarang goyah. Serangan demi serangan mengalir deras, menekan lini belakang Mandiri Kapas yang tampak kewalahan menghadapi kombinasi kecepatan dan akurasi para penyerang Montolriusat. Gol cepat di babak pertama menjadi sinyal bahwa sore itu bukan milik tim lawan.
Mandiri Kapas sempat mencoba bangkit dengan pola permainan rapat dan mengandalkan serangan balik. Namun, upaya itu hanya berbuah satu gol hiburan yang tidak mampu mengubah arah pertandingan. Justru Montolriusat kembali menemukan ritme terbaik mereka, menambahkan tiga gol tambahan untuk memastikan kemenangan tanpa drama di menit-menit akhir.
Sorak-sorai penonton yang memadati Lapangan Hijau Lakita menambah suasana semakin meriah. Suporter Montolriusat yang datang berbondong-bondong membawa spanduk dan tabuhan gendang seakan menjadi pemain ke-12, memberi energi tambahan bagi tim kesayangan mereka. “Kami datang bukan hanya untuk menang, tapi juga untuk memberi kebanggaan bagi Kelurahan Baru,” ujar salah satu pemain dengan nada penuh semangat seusai laga.
Kemenangan ini bukan hanya tentang tiket ke 16 besar, melainkan juga penegasan bahwa Montolriusat FC adalah salah satu tim yang patut diperhitungkan. Dengan produktivitas gol tinggi dan lini serang yang efektif, mereka kini dipandang sebagai kuda hitam yang bisa melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Bagi Mandiri Kapas, kekalahan ini menjadi pelajaran pahit sekaligus momentum untuk memperbaiki strategi di kesempatan berikutnya. Namun, bagi Montolriusat, Senin sore di Sandana akan selalu tercatat sebagai titik awal perjalanan ambisius mereka menuju panggung yang lebih besar.
fajrin








