buolDinas PMD Buol

Mewakili Bupati Buol, Asisten I Buka Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten di Desa Lintidu

69
×

Mewakili Bupati Buol, Asisten I Buka Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten di Desa Lintidu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Mewakili Bupati Buol, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Moh Kasim Rauf, secara resmi membuka kegiatan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Kabupaten Buol Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Lintidu, Kecamatan Paleleh, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dalam rangka mengevaluasi perkembangan desa serta mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi A. Wehantow, S.IP., M.Si, Camat Paleleh, Lukman Djupandang S.Pt. Danramil Paleleh, Danpos Lanal AL Paleleh, Satpol PP, Sekertaris PMD, perwakilan Diskominfo, para kepala desa di wilayah Kecamatan Paleleh, Ketua BPD Desa Lintidu, perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Buol, aparat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Asisten I Drs. Moh Kasim Rauf menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menyambut kedatangan tim penilai. Ia juga menjelaskan bahwa konsep lomba desa saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, jika dahulu penilaian lebih menitikberatkan pada tampilan fisik desa, kini evaluasi lebih menekankan pada kinerja pemerintahan desa serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Beberapa tahun terakhir, konsep lomba desa sudah berubah. Kalau dulu lebih melihat keindahan fisik desa, sekarang lebih kepada evaluasi sejauh mana desa mampu menjalankan pemerintahan, pembangunan, kewilayahan, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama lomba desa bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi untuk menilai sejauh mana desa mampu memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Intinya bagaimana desa bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan pendapatan masyarakat dapat meningkat,” jelasnya.

Asisten I juga menyinggung pentingnya inovasi desa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pengurangan dana desa dan alokasi dana desa. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menghambat kreativitas pemerintah desa dalam membangun daerahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya harmonisasi antara pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Harmonisasi antara kepala desa dan BPD sangat penting. Jika hubungan keduanya baik, maka pembangunan desa akan berjalan lebih optimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh data yang telah diinput melalui sistem atau aplikasi akan diverifikasi langsung oleh tim penilai di lapangan.

“Tim penilai yang hadir berasal dari berbagai OPD seperti Kominfo, sosial, kesehatan, dan pendidikan. Mereka akan melihat langsung apakah data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantow, S.IP., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan penilaian lomba desa tingkat kabupaten akan berlangsung selama beberapa hari di sejumlah kecamatan.

Menurutnya, desa yang menjadi peserta merupakan desa terbaik hasil seleksi di tingkat kecamatan yang selanjutnya akan dinilai untuk menentukan perwakilan Kabupaten Buol pada lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

“Setelah seluruh proses penilaian selesai, tim akan melakukan evaluasi dan rapat untuk menentukan desa terbaik yang akan mewakili Kabupaten Buol di tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lintidu dalam laporannya memaparkan gambaran umum kondisi desa serta berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan selama tahun 2024 hingga 2025.

Ia menjelaskan bahwa Desa Lintidu merupakan salah satu dari 12 desa di Kecamatan Paleleh yang berjarak sekitar 5 kilometer dari ibu kota kecamatan, 80 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Buol, dan sekitar 750 kilometer dari ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Desa tersebut memiliki luas wilayah sekitar 41.430 hektare yang terbagi dalam tiga dusun, tujuh RT, dan tiga RW, dengan jumlah penduduk sebanyak 835 jiwa yang terdiri dari 418 laki-laki dan 416 perempuan, serta 230 kepala keluarga.

Secara geografis, Desa Lintidu berbatasan dengan Laut Sulawesi di sebelah utara, Desa Bokat di sebelah timur, serta tanah negara di bagian selatan dan barat.

Kepala desa juga memaparkan berbagai program pembangunan desa yang bersumber dari APBDes, dengan total anggaran pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp1,39 miliar dan meningkat pada tahun 2025 menjadi sekitar Rp1,42 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan bencana.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah desa juga memperkenalkan program inovasi desa bertajuk “Lintidu Melayani dengan CINTA”, yang merupakan singkatan dari Cerdas, Indah, Nyaman, Tentram, dan Aman.

Selain itu, Desa Lintidu juga merencanakan inovasi program Desa Peduli Lansia, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia melalui penyediaan layanan kesehatan serta dukungan sosial yang didukung melalui anggaran desa.

Kegiatan penilaian lomba desa ini diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600