Tabenews :Mutasi atau rotasi kerja di laksanakan di polres Tolitoli di pekan akhir oktober adalah untuk penyempurnaan ‘Community policing’ selain untuk menghindari kejenuhan personil akibat rutinitas yang membosankan juga bertujuan agar supaya setiap personil dapat menguasai dan mendalami pekerjaan lain di bidang yang berbeda pada satker yang ada di kepolisian,menanggapi dua kepala unit pada satreskrim polres Tolitoli atas rotasi mendadak yakni kanit Tipidkor dan kanit pidum,kamis (7/11/2024)
Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto membenarkan jika dua anggota di reskrim telah di tarik selain penyegaran hal ini juga merupakan jawaban atas tuntutan masyarakat untuk perbaikan pelayanan anggota agar lebih profesional
Saya mutasi anggota jika ada laporan masuk dan hal itu di anggap melanggar ketentuan”Kata Bambang Herkamto
Di ketahui dua perwira yang berpangkat inspektur dua di mutasi oleh kapolres secara paksa karena pemberitaan media selaku control society dalam bentuk sinergitas,namun panglima Hukum tertinggi di wilayah hukum polres Tolitoli itu berpesan jika laporkan pelanggaran anggota nya mestinya di dukung dengan fakta fakta tanpa interest atau kepentingan lain sehingga dirinya selaku pimpinan tidak ragu ragu menindak personil nya jika melakukan pelanggaran kode etik”Tutup Kapolres Tolitoli
Armen Djaru








