Buol, TabeNews.com — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di daerah.
Melalui program “Stop Stunting”, DP2KBP3A melaksanakan kegiatan Penyuluhan Internalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kantor Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, pada Rabu (10/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh remaja, ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun (baduta). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Buol, Mohammad Rizal Naukoko, bersama Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Psikolog, serta Penyuluh KB Kecamatan Biau yang menjadi narasumber dalam sesi edukatif dan interaktif.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas P2KBP3A Buol, Mohammad Rizal Naukoko, menekankan pentingnya masa 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai periode emas dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
“Periode 1000 hari pertama kehidupan, mulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan waktu yang sangat krusial. Di masa inilah pondasi kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak dibentuk. Oleh karena itu, semua pihak harus berperan aktif dalam pencegahan stunting, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rizal menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, melainkan juga perilaku, pola asuh, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak. “Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan generasi Buol yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Buol, Masita Kunding, S.Sos, yang turut hadir dan memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi terhadap langkah DP2KBP3A yang terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif seperti ini.
“Kami mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini karena memberikan pengetahuan langsung kepada para ibu dan remaja di wilayah kami. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, serta peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini,” tutur Masita Kunding.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta tampak antusias menerima materi, terutama mengenai pola makan bergizi seimbang, pentingnya ASI eksklusif, serta perawatan psikologis ibu dan anak.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, DP2KBP3A Buol berharap upaya pencegahan stunting dapat semakin masif dilakukan hingga tingkat keluarga, sehingga terwujud generasi penerus yang sehat, produktif, dan berkualitas menuju Buol Sehat dan Bebas Stunting.
Redaksi









