TABEnews Cabang olahraga HAPKIDO Tolitoli akhirnya menjadi salah satu cabor yang terdaftar secara sah berdasarkan Rekomendasi yang di keluarkan oleh sekertaris KONI kabupaten Tolitoli Drs Mukadis tertanggal 8 April 2025
Minat remaja di kabupaten Tolitoli menyambut olahraga beladiri HAPKIDO di minati oleh remaja yang sudah pernah ikut dalam cabang olahraga beladiri yang lain,seperti yang di sampaikan oleh Budi Susanto Putra Lubis saat media ini lakukan wawancara di sela sela istrahat latihan sore pukul 27.23 wita Kamis (29/5/2025
Saat ini ada 14 orang yang masuk HAPKIDO 4 orang di antaranya adalah Putri namun masih mengikuti kejuaraan di provinsi Sulawesi Utara sebagai atlet taekwondo dan karate, Budi Susanto Putra Lubis merupakan pelatih beladiri HAPKIDO dan pengurus provinsi Sulawesi Tengah HAPKIDO percayakan kepada nya untuk membesarkan olahraga beladiri ini di kabupaten Tolitoli Kamis (29/5/2025)
Niat saya untuk anak anak Tolitoli kedepan saya ingin kan ada atlet dari cabor HAPKIDO Tolitoli yang membawa nama baik daerah ini “Kata Budi Susanto
Banyak tantangan mendirikan HAPKIDO Tolitoli namun itulah yang membuat nya semakin semangat untuk besar kan olahraga beladiri HAPKIDO, apalagi pimpinan saya mendukung sepenuhnya olahraga beladiri HAPKIDO di tandai dengan gedung “Jananuraga” yang ada di Mako polres Tolitoli di berikan ijin oleh AKBP Wayan wayracana Aryawan Sik untuk di pakai latihan anak anak HAPKIDO.
Dalam penjelasan Budi Susanto Putra Lubis yang di sapa ‘Sabam’pelatih: red sekaligus kasat Samapta polres Tolitoli bahwa cabor HAPKIDO merupakan Seni Kekuatan Terkoordinasi, adalah sistem seni bela diri campuran Korea dan Jepang yang berfokus pada bela diri .
Hapkido berevolusi dari seni bela diri Jepang Daito-ryu Aiki-jujutsu dan menggabungkan teknik dari aliran seperti Taekkyeon (pendahulu Taekwondo), Judo, Tang Soo Do, dan lainnya”Tutup Budi Susanto Putra Lubis
Armen djaru









