KEPRI, TABEnews | Gubernur Kepri H.Ansar Ahmad.SE MM mengatakan buruh Batam getol untuk UMK, tidak seperti buruh Kabupaten Kota yang lain, Senin (13/12).
Pernyataan ini sangat mengejutkan ruang publik dan media sosial, saat diwawancara wartawan pada 8 Desember 2021 aksi massa unjuk rasa para serikat buruh, gubernur mengatakan, heran dengan buruh Batam getol sangat menolak UMK, tak seperti buruh lainya Kabupaten Kota.
Padahal di Kabupaten Serikat Buruh dan Kabupaten Bintan FSPMI berunjuk rasa didepan pintu masuk PT.BIIE Lobam sehingga di lakukan pengaman oleh Polres Bintan.
Apakah Gubernur Kepri H.Ansar Ahmad.SE.MM tidak mengetahui perihal tersebut dimana telah terjadi aksi massa serikat buruh melakukan aksi demon pada hari yang sama.
“Sehingga Gubernur Kepri H.Ansar Ahmad.SE.MM mengatakan juga ” Belum juga para buruh memilih dirinya,” yang berhak menuntut Gubernur Kepri mundur adalah rakyat ,bukan buruh, hal ini menjadi kontroversial dikalangan ruang publik dan sosial media dan kalangan masyarakat sehingga menjadi polemik.”
Sebagai figur publik berhati – hati dalam mengucapkan perkataan apalagi sampai melukai para serikat buruh yang seharusnya menjadi anak kandung, dimana serikat pekerja adalah jantungnya Industri perlu dijaga dengan baik, sehingga tidak menjadi penyakit musiman, setiap tahun terjadi polemik aksi massa demon para serikat buruh.
Serikat buruh adalah saudara kita juga, yang harus ditampung aspirasinya dan perlu diskusi terhadap semua pihak yang berkompeten agar tidak menjadi hal yang berlarut – larut yang berdampak buruk bagi pemerintahan dan perekonomian ditambah disaat pandemi ini kerumunan massa sangat berdampak pada penularan dan penyebaran Covid -19.ungkap Aldi Braga pengamat kebijakan publik Kepri.
“Pada Senin 13 – 17 Desember para serikat buruh bergabung dari beberapa Serikat , Aliansi , melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa 1800 orang. ” dini hari.
Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi apabila pemerintah bijak dalam mengambil kebijakan, aksi demon sampai berhari – hari akan berdampak sangat buruk bagi semuanya.sambung Aldi.
“Kita harus menjaga Gubernur bekerja menyelesaikan tugasnya dengan baik, program dan Visi Misi Gubernur saat kampanye belum bisa terealisasi, jika inggin Demokrasi di Kepri berjalan dengan baik, sudah sepantasnya Gubernur menurunkan ego kekuasaan untuk meredakan suasana.lanjut Aldi.
Jika inggin Demokrasi kita naik level, Civil Society kita harus berkualitas, Jika ingin Demokrasi digital naik level Warganet harus beradap.lanjut Aldi.
Kita berharap demo buruh ini mereda pembangunan berjalan dengan maksimal tidak ada menang dalam perseteruan demo buruh ini.tutup Aldi.
Red/Jul.














