BUOL, TabeNews.com — Memasuki usia ke-27 tahun pada 2026, Kabupaten Buol membawa semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan daerah, tetapi juga menegaskan identitas budaya, kehidupan masyarakat yang agamis, potensi agrikultur, serta keberlanjutan lingkungan.
Semangat tersebut dituangkan melalui konsep logo Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) Kabupaten Buol ke-27 Tahun 2026 dengan tema:
“Titinggai Momongun Lripu. Agamis, Agropolitan, Yang Maju, Lestari Budaya, dan Berkelanjutan.”
Konsep visual logo tersebut memadukan sejumlah simbol yang menggambarkan karakter, potensi dan arah pembangunan Kabupaten Buol.
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, MM, saat dihubungi media, menjelaskan bahwa setiap unsur dalam logo memiliki makna yang berkaitan erat dengan perjalanan dan cita-cita pembangunan Kabupaten Buol.
Menurut penjelasan tersebut, angka 27 menjadi simbol usia daerah sekaligus menggambarkan semangat untuk terus bergerak maju.
Angka tersebut bukan sekadar penanda usia, tetapi juga menjadi representasi perjalanan Kabupaten Buol dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, kubah dan bulan sabit yang terdapat dalam logo merepresentasikan kehidupan masyarakat Buol yang menjunjung nilai-nilai agama.
Unsur padi dan daun berwarna hijau menggambarkan karakter Buol sebagai daerah yang memiliki potensi agropolitan. Simbol tersebut sekaligus membawa pesan mengenai pentingnya pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
Tak kalah penting, terdapat ornamen emas khas Buol yang menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus identitas daerah.
Kemudian, gelombang berwarna biru merepresentasikan potensi perairan Kabupaten Buol serta kehidupan masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan wilayah pesisir dan sumber daya kelautan.
Sedangkan perpaduan warna hijau dan emas membawa makna kelestarian, kesejahteraan dan kejayaan daerah.
Dengan demikian, logo HUTDA Kabupaten Buol ke-27 tidak hanya menjadi identitas visual perayaan hari jadi daerah. Lebih jauh, setiap elemennya dirancang untuk menyampaikan pesan mengenai arah pembangunan Buol yang memadukan nilai agama, pertanian, budaya, lingkungan, potensi kelautan dan kesejahteraan masyarakat.
Konsep tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan daerah diharapkan tidak meninggalkan akar budaya dan karakter masyarakat Buol. Kemajuan daerah berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan mempertahankan identitas lokal.
“Titinggai Momongun Lripu” yang menjadi bagian utama tema HUTDA 2026 pun menjadi pesan agar momentum usia ke-27 Kabupaten Buol dapat dimaknai sebagai dorongan untuk terus membangun daerah secara bersama-sama, dengan tetap menjaga nilai budaya dan keberlanjutan.
Momentum HUTDA ke-27 tahun 2026 akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia Kabupaten Buol, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus harapan untuk masa depan daerah yang lebih maju, lestari dan berkelanjutan.
Redaksi










