Buol TabeNews.com – Ada cerita menarik di balik keberhasilan kontingen Kabupaten Poso meraih medali emas cabang olahraga sepak takraw pada ajang POPDA XXIV Sulawesi Tengah di Kabupaten Buol.
Berawal dari sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Buol dengan cenderamata gula merah khas Buol, semangat kontingen Poso seakan mendapat suntikan energi baru.
Beberapa hari kemudian, semangat itu berbuah manis di lapangan—Poso sukses menundukkan Kota Palu dengan skor 2-1 dalam pertandingan sengit yang berlangsung di lapangan sepak takraw Kelurahan Buol, Kamis malam (27/8/2026).
Kemenangan tersebut disambut suka cita oleh para atlet, pelatih dan official Kabupaten Poso. Perjuangan panjang selama persiapan akhirnya terbayar dengan medali emas.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Poso, Jhony Herlan Bonoso, SE., M.Pd, mengaku bangga atas perjuangan para atlet.
Menurutnya, emas sepak takraw tersebut merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh tim.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan anak-anak. Perjalanan kami ke Buol cukup panjang dan melelahkan, tetapi sambutan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Buol menjadi pengobat lelah kami. Alhamdulillah, perjuangan itu akhirnya dibayar dengan medali emas,” ujar Jhony.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buol, khususnya Dinas PMD dan seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan serta sambutan hangat kepada kontingen Poso.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga persaudaraan yang kami rasakan selama berada di Buol. Cenderamata gula merah khas Buol juga menjadi kenang-kenangan yang sangat berarti bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Sepak Takraw Kabupaten Poso, Andi Basir, mengatakan kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah.
Pertandingan melawan Kota Palu berlangsung ketat. Para pemain harus menjaga konsentrasi dan mental hingga pertandingan berakhir.
“Pertandingan sangat berat. Kota Palu memberikan perlawanan yang luar biasa. Tetapi anak-anak mampu menjaga fokus dan menjalankan strategi yang sudah kami siapkan,” ujar Andi.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu kunci kemenangan tim Poso adalah keberanian para pemain untuk tetap bermain tenang meskipun berada dalam tekanan.
“Saya selalu tekankan kepada pemain agar jangan takut dan jangan mudah kehilangan konsentrasi. Mereka harus percaya dengan kemampuan sendiri. Alhamdulillah, anak-anak mampu menunjukkan mental juara,” katanya.
Menurut Andi, medali emas tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet pelajar di Kabupaten Poso memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk kami agar ke depan bisa lebih baik lagi. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kami,” tambahnya.
Kemenangan Poso ini seolah menjadi cerita tersendiri dalam POPDA XXIV Sulteng. Gula merah khas Buol yang sebelumnya diberikan sebagai cenderamata, kini menjadi bagian dari kisah manis perjalanan kontingen Poso meraih emas.
Buol memberikan sambutan dan keramahan, Poso menjawabnya dengan prestasi di lapangan.
Di balik kerasnya persaingan olahraga, terjalin pula persaudaraan antardaerah. Semangat “Sintuwu Maroso” yang menjadi motto Kabupaten Poso berpadu dengan keramahan masyarakat Buol dalam satu panggung POPDA.
“Gula merah Buol terasa manis, emas Poso lebih manis”
Dan malam itu, Kabupaten Buol menjadi saksi ketika perjuangan para atlet muda Kabupaten Poso berbuah medali emas sepak takraw POPDA XXIV Sulawesi Tengah.
Redaksi













