TABEnews.com,–Antrean panjang pembelian BBM bersubsidi di SPBU yang terjadi di beberapa titik bukan masalah bagi sebagian warga khususnya kendaraan roda dua
Pihak polres Tolitoli tidak menanggapi serius dan pantauan di lapangan hampir tidak ada tangki yang di modifikasi untuk langsir BBM ,tidak perlu perhatian serius Sat Reskrim Polres Tolitoli.
Berdasarkan informasi siang tadk Rabu (12/8/2026), personel Sat Reskrim turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk menertibkan praktik pengisian BBM yang dinilai berpotensi tidak tepat sasaran,BBM jenis solar itu khusus Dump truk dalam kota dan beberapa truk antar daerah dalam provinsi
Sidak dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tolitoli, IPTU Stefi Yohanis Hurlatu, S.Tr.K., M.H., didampingi Kanit Tipidter Ipda Frangky dan Kanit Jatanras Aiptu Yohanes Pata Allo.
Kasat Reskrim Polres Tolitoli IPTU Stefi Yohanis Hurlatu mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sesuai arahan Kapolres Tolitoli dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di sejumlah SPBU,beruntung sekali saat lakukan penegasan tidak ada proyek pembangunan yang sumber nya APBN & APBD akibat efisiensi
“kegelisahan tentunya ada pada petani sawah yang ada di pedesaan karena tidak mungkin traktor mereka harus bawa ke SPBU untuk pengisian Solar
Tidak semua petani ada barcode jika hanya butuh 20 liter solar”Kata la Apong 40 tahun
Meski demikian, dalam sidak tersebut polisi belum menemukan kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi.
“Hari ini belum ada yang kami temukan tangki modifikasi,” ungkapnya.
Stefi menegaskan, kendaraan dengan tangki modifikasi maupun kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang tetap menjadi sasaran pengawasan.
“Yang menjadi sasaran adalah tangki modifikasi dan kendaraan atau motor yang melakukan pengisian berulang kali,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi. Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan diminta segera memberikan informasi kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
“Kami berharap ada informasi dari masyarakat sehingga setiap laporan yang masuk bisa kami tindak lanjuti,” kata Stefi.
Sementara itu, salah seorang pembeli BBM bersubsidi, mengatakan bahwa khusus motor tidak pernah antri,namun mengapresiasi langkah reskrim polres tolitoli melakukan penertiban di SPBU,namun sebaiknya jangan juga karena di dorong oleh sekelompok orang yang tidak setuju dengan tambang ilegal,padahal mereka tidak di persulit juga jika banyak mobil truk yang antri di SPBU”Ujar Sumber
Tolitoli ini kota yang aman damai jangan saling menghalangi kehidupan orang lain terkecuali pemerintah daerah sudah lakukan pertumbuhan ekonomi yang tentu saja di saat yang sama terbuka lapangan kerja,eksodus warga yang berpindah keluar daerah menjadi tolok ukur semua pihak bahwa ada yang harus di kedepankan lebih dahulu yang sifatnya urgent
Armen djaru









