Buol, TabeNews.com – Komitmen dalam menjaga warisan budaya daerah terus ditunjukkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buol, Ny. Shinta Andriani Ningsih, melalui kunjungannya ke Desa Panilan kecamatan Tiloan Kabupaten Buoluntuk melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun tradisional yang dikerjakan oleh para pengrajin lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Shinta berinteraksi dengan para penenun dan menyaksikan setiap tahapan pembuatan kain tenun, mulai dari pengolahan benang hingga menjadi lembaran kain yang sarat makna budaya.
Suasana penuh keakraban terlihat saat para pengrajin memperlihatkan hasil karya mereka yang selama ini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat.
Menurutnya, kain tenun bukan sekadar produk kerajinan, melainkan simbol kearifan lokal yang menyimpan sejarah, nilai-nilai kehidupan, serta jati diri masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
“Di setiap helai benang yang ditenun, terdapat ketekunan, kesabaran, dan cerita panjang tentang budaya yang harus terus dijaga. Tenun tradisional merupakan warisan berharga yang menjadi kebanggaan daerah dan harus terus dilestarikan,” ujar Ny. Shinta. Rabu (17/6/26).
Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan perempuan. Sebagian besar pengrajin tenun di Desa Panilan merupakan kaum perempuan yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga melalui hasil karya mereka.
Ny. Shinta mengapresiasi semangat dan dedikasi para pengrajin yang tetap mempertahankan teknik tenun tradisional di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kerajinan tenun khas Panilan dapat semakin dikenal luas, tidak hanya di Kabupaten Buol tetapi juga di tingkat regional maupun nasional.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, pengembangan industri tenun tradisional dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Dengan dukungan berbagai pihak, produk tenun lokal diharapkan mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat TP PKK Kabupaten Buol dalam mendorong perempuan untuk terus berkarya, mandiri, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat.
“Menjaga budaya berarti merawat warisan leluhur. Ketika perempuan diberdayakan melalui keterampilan dan kreativitasnya, maka budaya akan tetap hidup dan kesejahteraan masyarakat pun dapat meningkat,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan semangat melestarikan tenun tradisional terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga warisan budaya yang telah dijaga selama puluhan tahun dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Buol di masa depan.
Redaksi




