Gorontalo, Tabenews.Com — Manajemen Valerio angkat bicara usai menerima sorotan dari Ketua Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UNG, Risman Mahmud. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung kepada media melalui sambungan telepon, sebagai respons atas pernyataan yang dinilai menyudutkan pihak Valerio.
Dalam keterangannya, manajemen Valerio menilai Risman sebagai mahasiswa tentu memiliki wawasan dan jaringan yang luas. Karena itu, mereka berharap dalam melihat suatu persoalan, pendekatan yang digunakan tidak bersifat tebang pilih.
“Sebagai mahasiswa yang punya wawasan luas, tentu dalam melihat satu permasalahan tidak boleh hanya fokus pada satu tempat saja. Jangan hanya Valerio yang terus disoroti,” ujar perwakilan manajemen.
Manajemen Valerio juga dengan tegas dan keras membantah adanya praktik prostitusi di dalam operasional tempat karaoke tersebut.
“Kami tegaskan, kami menolak keras tuduhan adanya prostitusi di Valerio. Kami tidak pernah menyediakan praktik prostitusi dalam bentuk apa pun. Itu tidak pernah menjadi bagian dari operasional kami,” tegas pihak manajemen.
Mereka juga menyinggung adanya tempat lain yang menurut informasi yang mereka peroleh diduga memiliki praktik berbeda.
“Justru ada tempat lain yang di samping gedungnya terdapat kos-kosan yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi. Kenapa itu tidak ikut disorot?” tambahnya.
Selain itu, manajemen Valerio menyebut adanya tempat hiburan malam lain di wilayah Kota Gorontalo yang disebut masih menjual minuman keras. Mereka menyebut inisial Q dan S, serta mengklaim memiliki data dan bukti kuat terkait aktivitas tersebut.
“Kami memiliki bukti yang kuat. Ada tempat berinisial Q dan S yang juga beroperasi dan menjual miras. Bahkan ada beberapa klub hiburan malam lain yang menurut informasi kami tidak memiliki izin sama sekali,” ujarnya.
Manajemen juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang mereka ketahui, salah satu tempat tersebut diduga dimiliki oleh seorang oknum anggota DPR Provinsi Gorontalo.
“Yang kami ketahui, owner tempat tersebut diduga merupakan anggota DPR Gorontalo. Ini yang membuat kami mempertanyakan, kenapa hanya Valerio yang terus disorot,” kata pihak manajemen.
Meski demikian, mereka menyatakan siap menyerahkan data dan informasi yang dimiliki kepada aparat penegak hukum apabila diperlukan untuk pembuktian lebih lanjut.
Terkait keberadaan dan legalitas usaha, pihak Valerio menegaskan bahwa mereka berinvestasi di Kota Gorontalo pada tahun 2015 dengan mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku, serta diresmikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo saat itu, Marten Taha.
“Kami berinvestasi di Kota Gorontalo tahun 2015 mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku, dan diresmikan langsung oleh Wali Kota saat itu. Artinya, keberadaan kami bukan hal baru dan berjalan secara terbuka. Dengan itikad baik membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan mengambil bagian berkontribusi bagi perekonomian Kota Gorontalo,” jelas manajemen.
Di akhir pernyataannya, pihak Valerio menyatakan tidak menolak pengawasan maupun penertiban. Namun mereka berharap semua tempat hiburan malam diperlakukan sama tanpa tebang pilih demi menjaga keadilan dan objektivitas dalam penegakan aturan di Kota Gorontalo.










