Buol Tabenews.com — Suasana di Kantor Desa Momunu, Kabupaten Buol, mendadak menjadi heboh saat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-Pemdes) Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantou, mendapati halaman hingga area kantor desa dipenuhi gerombolan sapi yang berkeliaran bebas, Rabu (20/1/2026).
Peristiwa tak biasa tersebut terjadi ketika Arfandi A. Wehantou bersama jajaran terkait tengah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Pemerintah Desa Momunu. Fokus kegiatan yang semula ditujukan untuk memantau jalannya administrasi dan pelayanan publik desa, mendadak teralihkan oleh keberadaan sejumlah ekor sapi yang bebas masuk dan berkeliaran di lingkungan kantor desa.
“Kami cukup kaget. Kantor desa yang seharusnya dipenuhi aparat pemerintah justru dipenuhi ternak sapi. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat sekaligus mencederai wibawa kantor desa sebagai pusat pemerintahan,” ujar Arfandi kepada awak media.
Menurutnya, insiden tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap hewan ternak serta kurangnya ketertiban di lingkungan kantor pemerintahan desa. Ia menegaskan bahwa kantor desa merupakan fasilitas publik yang harus dijaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertibannya agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Arfandi juga meminta pemerintah desa setempat bersama aparat terkait segera mengambil langkah tegas dan konkret untuk menertibkan ternak yang dilepasliarkan secara sembarangan.
Selain itu, ia mengingatkan para pemilik ternak agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya, khususnya dengan tidak membiarkan ternak berkeliaran di area fasilitas umum.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Kantor desa harus steril dari gangguan seperti ini. Pemerintah desa wajib menertibkan ternak demi menjaga marwah pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Insiden masuknya gerombolan sapi ke lingkungan Kantor Desa Momunu tersebut pun menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat. Banyak warga menilai kejadian tersebut memalukan, mengingat kantor desa merupakan simbol pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas BPM-Pemdes berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk meningkatkan ketertiban, kedisiplinan, serta pengelolaan lingkungan kantor desa demi pelayanan publik yang lebih baik.
Redaksi










