TOLITOLI TABEnews — Polisi masih mendalami dugaan penembakan yang menimpa salah satu bakal calon bupati Tolitoli, Muhtar Deluma. Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tolitoli telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dugaan proyektil kaliber 4,5 mm yang diduga ditembakkan ke arah Muhtar. Enam orang saksi, yang saat kejadian berada di lokasi bersama Muhtar, telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Insiden tersebut terjadi di teras rumah pribadi Muhtar di Jalan Belibis, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, pada Minggu (8/8) sekitar pukul 07.00 pagi. Namun, polisi baru menerima laporan dan mulai melakukan penyelidikan sehari setelahnya, yakni pada Senin (9/8). Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Bagian Operasional (KBO) Reskrim Polres Tolitoli, IPDA Yanto Walisa, SH, didampingi oleh Kasi Humas Polres IPTU Budi Atmojo, menyatakan bahwa penyelidikan terus berjalan. “Kami masih fokus pada pengumpulan barang bukti dan olah TKP. Belum ada kesimpulan yang bisa kami sampaikan saat ini,” jelas Yanto kepada wartawan.
Meski Muhtar Deluma tidak mengalami luka serius, ia tetap berada dalam pengawasan medis. Bekas luka di bagian paha kirinya diduga akibat terkena peluru, namun kondisinya saat ini dilaporkan stabil. Salah seorang sumber yang dekat dengan Muhtar menyatakan bahwa calon bupati tersebut tetap menjalani aktivitas sehari-harinya, meskipun dengan pengamanan lebih ketat.
Belum ada kejelasan apakah kejadian ini merupakan upaya teror politik atau ada motif lain di baliknya. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kebenaran dari insiden yang mengejutkan masyarakat Tolitoli ini.
Muhtar Deluma merupakan salah satu tokoh yang akan maju dalam pemilihan bupati mendatang, sehingga insiden ini menjadi perhatian publik. Kepolisian menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada pihak berwenang. Pihak kepolisian berjanji akan segera memberikan perkembangan terbaru setelah adanya informasi lebih lanjut.***








