TOLITOLI, TABEnews — Sekretaris Daerah Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., mewakili Bupati Tolitoli menghadiri acara Gerakan Peningkatan Pelayanan dan Kesetaraan Keluarga Berencana di Wilayah Khusus Bersama Mitra Kerja. Acara ini berlangsung pada Senin, 8 Juli 2024, di Pulau Lutungan dalam rangka Hari Ulang Tahun Jalasenastri ke-78 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tonny C. Soriton, S.Sos., MM, menyatakan pentingnya kegiatan ini untuk menjalin kemitraan antara BKKBN dan mitra kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama MKJP di daerah tertinggal, perbatasan, dengan kesertaan KB rendah, transmigrasi, dan pulau-pulau kecil terluar yang berpenduduk. Selain TNI AL dan Jalasenastri, gerai layanan khusus kali ini juga melibatkan Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI). “Selain pelayanan KB, juga dilaksanakan bakti sosial pelayanan kesehatan dan sunatan gratis,” kata Tonny.
Dalam sambutan Bupati Tolitoli yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., disebutkan bahwa kegiatan ini disambut baik dan diapresiasi sebagai upaya percepatan penurunan stunting, termasuk di wilayah khusus. “Peran para penyuluh lapangan keluarga berencana sangat penting untuk memberikan pemahaman yang baik kepada para peserta KB. Dukungan pemahaman yang berkualitas dari petugas lapangan akan membuat pembinaan dan penyuluhan lebih bermakna,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati melalui Sekretaris Daerah berharap agar kegiatan ini dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi dalam meningkatkan pelayanan KB, khususnya di wilayah khusus penyelenggaraan kegiatan. “Diharapkan kegiatan ini memberikan hasil yang baik dalam pelayanan KB sehingga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan di Kabupaten Tolitoli,” tutup Asrul Bantilan.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tonny C. Soriton, S.Sos., MM, beserta rombongan, Komandan Lanal Tolitoli, para kepala perangkat daerah terkait, Camat Baolan beserta para kepala desa dan jajarannya, Ketua Ikatan Bidan Indonesia, Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia Kabupaten Tolitoli, pemateri/narasumber, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh masyarakat.














