TABEnews Tolitoli – Pemerintah Kabupaten Tolitoli terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir besar pada tahun 2022. Hingga saat ini, sebanyak 19 jembatan dan lebih dari setengah sistem irigasi mengalami kerusakan parah, yang berdampak langsung pada sektor transportasi dan pertanian.
Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, menegaskan pentingnya penanganan cepat untuk mencegah dampak ekonomi yang lebih luas. “Kerusakan infrastruktur ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi jika tidak segera diperbaiki. Kami fokus pada perbaikan jembatan dan irigasi karena ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” kata Besar dalam pernyataan resminya.
Dalam upaya pemulihan, pemerintah daerah telah menganggarkan dana khusus untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Selain itu, ada juga rencana jangka panjang untuk memperbaiki dan mempercantik wajah kota guna mendukung mobilitas serta kegiatan masyarakat sehari-hari. “Tahun ini, kami mulai mengalokasikan anggaran untuk pembenahan secara bertahap. Harapannya, ini bisa segera selesai dan berdampak positif,” tambahnya.
Sampai saat ini, pemerintah sudah menangani sekitar 102 km dari total 900 km ruas jalan kabupaten yang perlu perbaikan. Moh. Besar Bantilan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas di berbagai wilayah.
Dengan pencapaian 61 persen dari target visi misi pemerintahan selama tiga tahun terakhir, Moh. Besar Bantilan optimistis bahwa perbaikan infrastruktur akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana di masa depan.









