Example floating
Example floating
Example 728x250
daerah

Antisipasi Longsor, Daerah Aliran Sungai Tuweley, Kejari Tolitoli Tanam 1000 Pohon

44
×

Antisipasi Longsor, Daerah Aliran Sungai Tuweley, Kejari Tolitoli Tanam 1000 Pohon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bupati Tolitoli Amran Yahya saat acara penanaman 1000 di DAS Tuweley, Baolan

Tolitoli
TABEnews.com,- 
Dalam rangka pencegahan dan penghijauan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan KPH Gunung Dako melaksanakan kegiatan Menanam Pohon di wilayah kelurahan Tuweley, Sabtu (05/03/2023) pagi.

Kegiatan yang di inisiasi oleh Kepala kejaksaan Negeri Tolitoli tersebut mengambil Tema “Gerakan Menanam Seribu Pohon.”

Kepala kejaksaan Negeri Tolitoli Albertinus P Napitupulu, SH, MH dihadapan awak media pertama Tama mengucapkan puji dan syukur kegiatan gerakan penanam Seribu Pohon ini bisa terlaksana, dan ini merupakan salah satu tujuan dari kejaksaan Negeri Tolitoli agar Daerah Aliran Sungai khususnya yang ada di wilayah Kelurahan Tuweley Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli bisa terus terjaga.

Sekda Moh Asrul Bantilan ikut melakukan penanaman pohon di DAS Tuweley

“Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuweley merupakan alah satu aliran sungai terbesar yang membentang dan membelah kota Tolitoli, yang mana sebagian hulu sungai tersebut merupakan lahan atau perkebunan milik masyarakat Tolitoli dan sebagian lagi adalah kawasan cakar alam gunung Dako,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada hulu sungai keadaan hutan dan ekosistem masih terjaga dengan baik, namun berbagai kendala sering terjadi diluar kawasan hutan “areal pengunaan lain”, yang di kelola oleh masyarakat serta dimanfaatkan sebagai lahan pekerbunan yang kurang mengikat tanah dan biro air.

Lanjut Albertinus P Napitupulu menjelaskan selama bertugas di kabupaten Tolitoli melihat bencana banjir bandang dan longsor, dirinya juga merasakan sedikit dari akibat longsornya kawasan hutan.

“Saya juga sudah pernah menyisir naik keatas gunung (Hutan), disana terdapat adanya penebangan penebangan liar yang diakibatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga  mematikan tumbuh tumbuan yang ada dalam kawasan Cagar Alam,” jelasnya.

Lebih jauh, Albertinus P Napitupulu menutur dari tahun lalu dirinya sudah berusaha untuk selalu berkoordinasi dengan semua pihak, agar bagaimana kita bisa membuat acara ini.

“Dengan kegiatan yang kita lakukan ini,  setidaknya telah memberikan sumbangsih buat  kabupaten Tolitoli khususnya pada alam Tolitoli yang indah ini. Jujur saya sampaikan, selama bertugas saya di tempat lain, baru kali “Tolitoli” saya melihat adasatu tempat yang sangat indah, yang mana airnya dangat jernih. Dan disini hati saya tergerak untuk bisa memberikan yang terbaik buat lingkungan dan alam Tolitoli sebagai cendramata,” Jujurnya.

“Keindahan alam Tolitoli membuat saya merasa harus ada yang bisa mengerakkan semua ini, dan disini kita “Kejaksaan Negeri Tolitoli” sudah berkordinasi selama hampir satu bulan untuk melaksanakan kegiatan ini. Kita tidak bisa melakukannya sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah daerah, forum vertikal, dan seluruh stakeholder termaksud masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan sosial seperti ini menurut orang nomor satu di tubuh kejaksaan itu mengungkapkan akan terus mendorong dan memberikan dukungan penuh, agar kegiatan ini bisa melaksanakan secara berkala. Adapun tanaman bibit kali ini merupakan bantuan dari UPT Gunung Dako dan semua ini bisa terlaksana karena adanya kolaborasi dari pihak pihak terkait.

“Kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi dan sekaligus mempererat kekeluargaan sehingga kedepannya kabupaten Tolitoli bisa menjadi lebih baik dan lebih aman,” Ungkapnya.

Lagi, Sejalan dengan itu semua, perlu kita ketahui bersama, bahwa keadaan geografis kabupaten Tolitoli sangat tidak menentu, apalagi  Curah hujan yang tinggi dapat berpotensi terjadinya bencana alam mulai dari banjir dan tanah longsor.

“Seperti yang telah terjadi beberapa kali banjir dan tanah longsor di wilayah kabupaten Tolitoli, dapat kita jadikan pentingnya kegiatan menanam pohon, sehingga fungsi pohon dapat menahan laju air, resapan, dan erosi. saya juga menyampaikan dalam perjalanan keatas gunung, terlihat begitu indah, dan beberapa sungai airnya terlihat bersih,  tapi sangat disayangkan, banyak pohon yang kulitnya di kuliti sehingga mati sendiri, tampaknya oknum tersebut ingin merubah kawasan tersebut menjadi kawasan Budidaya,”Sampainya.

“Salah satu contoh, ada pohon eboni yang di kupas kulitnya dan di ganti dengan cengkeh, padahal kawasan itu merupakan kawasan Hutan lindung yang menjadi cagar alam yang dapat mencegah terjadinya banjir bandang,” lagi Tambahnya. 

Selanjutnya kata Albertinus P Napitupulu, keberadaan pohon pohon dalam jumlah yang besar akan membuat serat dalam tanah dan dapat meningkatkan cadangan air tanah. Selain dapat menahan laju air, akar pohon juga dapat berfungsi mengurangi erosi, serta menjaga lingkungan dan air nantinya dapat sebagai tolak ukur bagi kesejahteraan masyakarat luas.

“Air yang bersih di Daerah Aliran Sungai Tuweley ini merupakan air bersih yang dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat, dimana terdapat penampungan air milik PDAM Ogomalane yang mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Tolitoli. Jadi untuk itu kita harus menjaga lingkungan dengan baik. Selain itu, pelaksanaan pembagunan di daerah juga harus melihat pelestarian lingkungan, dan harus kita ingat, mulai sekarang urusan pelestarian alam bukanlah masalah kecil, karena ini semua menyangkut masa depan anak cucu kita,” lanjutnya.

“Dimana saat kita menanam pohon kita sebenarnya juga menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semua untuk kelanjutan generasi. Ada satu kalimat yang perna saya dengar dan selalu terbenam didalam pikiran saya, “kalau kita berbuat dosa pada tuhan, Tuhan masih mau memaafkan kita, kalau kita berbuat salah pada seseorang setidaknya ada 50 persen derita yang kita simpan didalam hati, tetapi kalau kita berbuat salah pada alam tidak ada ampun buat kita semua,” 

Diakhir sambutanya, Albertinus P Napitupulu mengharapkan, Kegiatan gerakan ini tidak hanya berhenti disini saja, dan kepada masyarakat serta kita semua disini yang sudah menanam pohon hari ini, “Bukan hanya sekedar seremonial saja akan tetapi bagaimana merawat 1000 pohon ini jadi tumbuh, dan kedepannya kita akan membawa 1000 pohon pohon lagi ketempat lain supaya Tolitoli semakin asri” pungkasnya. ***

Turut dihadiri Bupati Tolitoli, Amran Hi Yahya, wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Albertinus P Napitupulu, SH, MH, Sekertaris Daerah Tolitoli, Moh Asrul Bantilan, S.Sos, Anggota DPRD Tolitoli, Direktur PDAM Tolitoli yang di wakili Kenedi Worang, Kepala KPH Gunung Dako Ir Carnotto, Dandim 1305/BT yang di Wakili, Kapolres Tolitoli yang diwakili Waka Polres Tolitoli,  Danlanal Tolitoli Yang di wakili, Organisasi Mapala STIE Tolitoli, ketua BSTM Tolitoli, seluruh kepala OPD Tolitoli, BUMN/BUMD dan ratusan masyarakat serta anggota Pramuka yang tergabung dalam peduli lingkungan. ***
Example 120x600