Example floating
Example floating
Example 728x250
nasional

25 Tahun Reformasi di Mata Yusuf Lakaseng: Demokrasi Mesti Melahirkan Kesejahteraan

55
×

25 Tahun Reformasi di Mata Yusuf Lakaseng: Demokrasi Mesti Melahirkan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Tabenews.com – Masyarakat Indonesia memeringati 21 Mei selain sebagai Hari Kebangkitan Nasional juga sebagai hari Hari Reformasi yang ke-25 tahun. Tanggal tersebut terpilih lantaran bertepatan dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo, Yusuf Lakaseng menyebutkan, ada tiga hal besar yang menjadi agenda reformasi, yakni demokratisasi dengan pencabutan dwi fungsi ABRI, kebebasan berorganisasi, kebebasan pers, pelaksanaan Pemilu multi partai, dan secara langsung.

Kedua, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selanjutnya, supremasi hukum. 25 tahun pasca-reformasi, Yusuf Lakaseng yang merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Tengah itu menyebutkan, banyak sudah yang dicapai, salah satunya pelaksanaan Pemilu yang jauh lebih demokratis akan terselenggara keenam kalinya pada 2023 mendatang.

“Ya. Yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah demokrasi belumlah berkolerasi dengan penurunan angka korupsi dan peningkatan kesejahteraan yang signifikan,” kata Lakaseng saat dihubungi, Sabtu (20/5/2023).

Politisi Partai Perindo, –partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu menyatakan, hambatan demokratisasi negara ini ada pada pemilu legislatif dan pemilu presiden yang di pasang ambang batas terlalu tinggi.

Akan hal itu dampak buruknya membatasi partisipasi rakyat dan membatasi tumbuhnya stok pemimpin nasional yang lebih banyak.

 ‘’Ya. Demokrasi menjadi ekslusif dan berbiaya mahal sehingga jadinya di kangkangi oleh oligarki.

Sebagai bangsa yang besar, Partai Perindo –partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu berharap, demokrasi di Indonesia kedepan lebih produktif dengan melahirkan pemerintahan yang bekerja efektif memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yaitu pendidikan yang merata dan berkualitas serta pelayanan kesehatan yang modern dan murah, kemudian penciptaan lapangan kerja.

“Walaupun masi banyak kekurangan, tapi salah satu berkah dari reformasi adalah lahirnya pemerintahan Pak Jokowi yang merakyat dan meletakan dasar-dasar kemajuan yang harus di lanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya,” pungkasnya.** *(Mardi)*
Example 120x600